Jumat, 09 Juli 2010

Lonjakan Saham Turut Bangkitkan Harga Minyak

Harga minyak mentah untuk perdagangan Asia di bursa New York kini menguat hingga mendekati US$75 per barel. Kenaikan ini menyesuaikan bangkitnya indeks harga saham di sejumlah bursa utama di Asia dan, sebelumnya, Wall Street.

Berdasarkan transaksi elektronik yang dipantau Kamis siang waktu Singapura, harga minyak mentah untuk kontrak Agustus naik 73 sen menjadi US$74,80 per barel. Dalam transaksi langsung di New York dini hari tadi, harga minyak melonjak US$2,09 menjadi US$74,07 per barel.

Pelaku pasar minyak menyambut baik kenaikan indeks saham di bursa-bursa Asia bersamaan dengan pengumuman proyeksi positif dari Dana Moneter Internasional (IMF) atas pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Para trader di pasar minyak sering melihat hasil perdagangan saham sebagai barometer atas kepercayaan investor secara keseluruhan.

Menurut laporan lembaga konsultan Ritterbusch and Associates, harga energi terus membuntuti perkembangan di bursa saham. "Perhatian utama di pasar minyak, untuk sementara, bergeser dari euro ke indeks saham," demikian laporan Ritterbusch and Associates.

Kini, pelaku pasar menyambut antusias laporan mingguan persediaan minyak di AS, yang akan diumumkan Departemen Energi pada Kamis malam nanti. Sedangkan lembaga The American Petroleum Institute sudah memproyeksikan turunnya persediaan minyak mentah di AS, yaitu sekitar 7,3 juta barel per pekan lalu.

Jumlah proyeksi itu lebih besar dari survei Platts/McGraw-Hill Cos., yaitu sebesar 3,5 juta juta barel. Sementara itu, di bursa London, harga minyak Brent naik 61 sen menjadi US$74,12 per barel. (Associated Press)



SUMBER :VIVANEWS.COM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer