Minggu, 27 Maret 2011

MOVING AVERAGE

Moving average adalah sebuah indicator standar yang sering di pakai oleh para trader, indicator ini adalah pengembangan dari sebuah nilai rata rata.
Moving average terbagi menjadi 3 yaitu:
  1. Simple Moving Average (SMA)
  2. Weighted Moving Average
  3. Exponential Moving Average
SIMPLE MOVING AVERAGE
Simple moving average di hitung dengan cara menambahkan harga yang akan di hitung lalu di bagi dengan periode barapa lama waktunya.dapat di hitung dengan menggunakan harga closed, high,low atau rata rata dari ketiga harga tadi.
Contoh :
Ada sekumpulan data yang akan di hitung menggunakan metode simple moving average periode 2 dan 3 .Dengan data :10,11,12,13,14,15,16. Maka hasilnya :
Sample Periode 2 Periode 3
10 - -
11 =(10+11)/2=10.5 -
12 =(11+12)/2=11.5 =(10+11+12)/3=11
13 =(12+13)/2=12.5 =(11+12+13)/3=12
14 =(13+14)/2=13.5 =(12+13+14)/3=13
15 =(14+15)/2=14.5 =(13+14+15)/3=14
16 =(15+16)/2=15.5 =(14+15+16)/3=15
Simple moving average dalam aplikasi penggunaanya dapat membantu menentukan :
1. Trend yang akan terjadi.
2. Titik Support dan resistance.
3. Memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.
Perhatikan gambar simple moving average diatas.
Jika harga bergerak naik, SMA berada dibawah dari candlestick dan sebaliknya bila harga bergerak turun maka SMA berada diatas candlestick. Jadi jika terjadi crossing antara harga dengan SMA, dapat kita ketahui bahwa akan terjadi perubahan arah trend.
Misal tadinya SMA berada di atas harga candle stick ( trend turun) tapi tiba tiba SMA berada di bawah (TREND NAIK) maka disitu akan terjadi trend yg berlawanan dengan trend semula.
akan tetapi setiap periode yang dipakai dalam simple moving average akan berbeda hasilnya. Misal di SMA 15 harga sudah trend naik tetapi di SMA 50 masih trend turun ,jadi disini penggunaan periode SMA akan sangat menentukan kebenaran trend.
Kita dapat menggunakan lebih dari satu buah indikator SMA di dalam satu chart,missal kita bisa menggunakan 2 buah indikator ,3 buah indikator ataupun berapa terserah selera kita .tentunya setiap SMA tadi berbeda periodenya.
Misal kita menggunakan 2 buah SMA Yaitu SMA periode 15 dan SMA Periode 30 perhatikan gambar berikut ini.

Dengan menggunakan dua SMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana arah trend yang akan terjadi. Jika kedua SMA tadi sudah saling berpotongan maka akan terjadi arah trend. Misal SMA 15 memotong SMA 30 dari arah bawahmaka akan terjadi arah trend naik, dan begitu sebaliknya jika SMA 15 memotong SMA 30 dari arah atas maka akan terjadi trend turun.


Untuk memudahkan dalam membaca chart dengan menggunakan lebih dari satu buah SMA sebaiknya setiap SMA dengan periode yang berbeda di beri warna yg berbeda pula.misal pada gambar diatas SMA 15 diberi warna hijau dan SMA 30 Di beri warna merah.

KOMENTAR :




Entri Populer